Natural Lighting, Tips Food Photography Sederhana bagi Pemula

Tepat empat tahun yang lalu, saya menulis buku resep kuliner pertama saya. Demi menunjang penulisan buku tersebut, saya dipaksa untuk menekuni Food Photography, yang kemudian menjadi hobi baru saya hingga sekarang.

Hobi baru ini saya lakukan secara otodidak. Bermodalkan artikel-artikel tutorial Food Photography yang dengan mudah didapat di dunia maya. Senjata yang digunakan pun sederhana saja, Canon EOS 600D dengan lensa kit. Properti yang dipakai pun sangat simple. Memanfaat barang-barang yang ada.

Hingga sekarang ini, saya masih amatir dalam bidang tersebut. Masih banyak sekali hal yang perlu saya pelajari. Namun, kali ini saya ingin berbagi sedikit tips untuk menghasilkan foto makanan atau minuman yang oke. Terutama dalam teknik pencahayaan atau lighting.

Teknik Pencahayaan: Kunci dalam Menghasilkan Foto yang Oke

Ada 2 hal penting mendasar dalam menghasilkan foto makanan yang cantik, yaitu:

  • Lighting (pencahayaan)
  • Food Styling (menata dan menghias makanan)

Kali ini, saya tidak akan membahas mengenai food styling. Hanya fokus pada pencahayaan saja.

Ada berbagai cara untuk mendapatkan pencahayaan yang baik. Dengan menggunakan lampu dari langit-langit ruangan, lampu duduk, sinar matahari, lampu blitz, dan lain-lain.

Di antara semua itu, saya paling suka menggunakan pencahayaan alami atau natural lighting. Yaitu dengan memanfaatkan sinar matahari. Hasil foto yang dihasilkan akan bening. Pokoknya, ciamik gitu deh.

Tips Food Photography dengan Pencahayaan Alami (Natural Lighting)

Nah, ini dia beberapa tips ala saya pada saat motret makanan dengan menggunakan pencahayaan alami atau natural lighting.

1.  Pilih tempat memotret

Pada saat memotret, Anda memerlukan studio. Sesederhana apapun studio tersebut, Anda tetap memerlukannya. Jadi, pilihlah terlebih dahulu tempat yang akan dijadikan studio. Apakah di luar ruangan atau di luar ruangan.

Jika Anda memilih untuk memotret makanan di luar ruangan, pilihlah tempat yang teduh. Jika memilih di dalam ruangan, pilihlah tempat yang paling terang. Biasanya, tempat terbaik adalah di dekat jendela besar.

Saya sendiri belum pernah memotret makanan di luar ruangan. Tempat favorit saya adalah di dekat jendela besar seperti pada foto ini.

natural light
Behind The Scene: Menggunakan cahaya dari luar jendela. Di sebelah kanan agak ke depan diberi reflektor.

Contoh hasil foto yang dihasilkan adalah sebagai berikut.

food photography
Kiri: Foto tanpa edit. Kanan: Foto yang sudah diedit.

2.  Gunakan diffuser jika perlu

Cahaya yang paling oke untuk memotret makanan adalah cahaya yang lembut (soft light). Jadi, hindari cahaya yang terlalu keras atau tajam. Juga hindari pemakaian blitz (walau terkadang, pemakaian blitz juga menghasilkan foto makanan yang baik).

Jika cahaya yang masuk ke dalam jendela dirasa terlalu keras, gunakan diffuser. Yaitu alat yang dipasang pada sumber cahaya sebagai penahan cahaya agar dihasilkan cahaya yang lembut. Diffuser yang paling mudah dijumpai adalah kain putih polos (dapat menggunakan kerudung) atau kertas roti putih.

Pasang kain atau kertas tersebut pada jendela. Pastikan kain atau kertas yang digunakan tidak kusut. Agar tidak menimbulkan bayangan pada tempat memotret.

Wah, ribet yah! Memang… Hehe…

Tidak mau ribet memasang diffuser? Lihat saja tips berikutnya.

3.  Cari waktu yang tepat untuk memotret

Saya sudah tidak pernah lagi memakai diffuser ketika memotret. Saya lebih suka memilih waktu yang tepat untuk memotret, yaitu ketika sinar matahari sudah cukup lembut, tidak terlalu tajam.

Oleh karena jendela yang saya gunakan menghadap ke arah Timur, maka waktu yang tepat adalah di atas jam 10 pagi. Pada saat itu, cahaya yang masuk sudah lembut. Cirinya adalah tidak ada sinar tajam yang masuk ke dalam jendela ketika tirai dibuka.

studio sederhana food photography
Cahaya yang masuk ke dalam jendela terlihat lembut. Tidak ada sinar tajam yang masuk.

Trik lainnya jika terpaksa harus memotret pada saat sinar matahari masih keras adalah dengan cara menggeser meja tempat memotret agak menjauh dari jendela. Hal ini cukup berhasil pada studio mini saya.

brownies food photography
Hasil foto. Kiri: Foto tanpa edit. Kanan: Foto setelah diedit.

4.  Gunakan reflektor

Salah satu hal yang diperhatikan pada saat memotret adalah keseimbangan cahaya dari arah kiri dan kanan. Oleh karena itu, jika Anda menggunakan sumber cahaya dari arah kiri maka diperlukan reflektor pada sebelah kanan, atau sebaliknya. Ini bertujuan agar foto yang dihasilkan tidak gelap sebelah.

Reflektor dapat dengan mudah dijumpai di toko peralatan fotografi. Namun, Anda pun dapat memanfaatkan barang-barang yang ada untuk dijadikan reflektor. Misalnya, papan styrofoam putih, kertas karton putih, cermin, loyang kue kering, atau membuat reflektor sendiri.

studio foto sederhana
Reflektor yang dibuat dari kardus yang dialasi aluminium foil dipasang di sebelah kanan untuk menyeimbangkan cahaya. Penempatannya dapat diatur agak menghadap ke bawah, agak serong di depan, atau posisi lainnya. Disesuaikan dengan jatuhnya cahaya.

Pada awalnya, saya menggunakan cermin besar untuk reflektor. Namun, penggunaannya tidak praktis karena berat. Juga dapat berbahaya jika terjatuh.

Akhirnya, saya membuat reflektor dari selembar kardus besar yang dilapisi alumimium foil. Reflektor tersebut saya rekatkan (dengan menggunakan selotip) pada lampu duduk untuk membuatnya dapat berdiri.

food photography
Hasil foto. Kiri: Foto tanpa edit. Kanan: Foto setelah diedit.

5.  Duh, kok cuaca mendung

Lalu, bagaimana jika cuaca mendung? Inilah kekurangan dari penggunaan natural lighting. Kita tidak dapat memotret kapan saja sesuka hati. Apalagi malam hari.

Namun, cuaca mendung tidak perlu dijadikan halangan untuk memotret, dong. Jika mendungnya tidak terlalu tebal, kita masih dapat memotret dengan teknik low light. Ciri khas dari foto jenis ini adalah pemakaian background yang gelap. Hasilnya adalah foto yang terkesan lebih misterius. Hmmm…

Berikut ini contoh hasil foto low light yang saya buat pada saat cuaca mendung.

low light food photography
Contoh foto low light. Kiri: Foto tanpa edit. Kanan: Foto setelah diedit.

Nah, itu dia tips natural lighting ala saya. Sangat sederhana, bukan? Pertama kali mencoba, mungkin Anda masih belum mendapatkan foto yang sesuai dengan keinginan. Namun, terus saja mencoba. Sekali Anda menemukan feel yang oke, maka selanjutnya akan terasa mudah.

Salam jepret!

#1minggu1cerita

Advertisements

14 thoughts on “Natural Lighting, Tips Food Photography Sederhana bagi Pemula

      • Iya..mba..agak ribet..tapi hasilnya kayak mbak Icha keren-keren banget ya.. Saya Tatat, dari jejakkatumbiri.blogspot.com sama Marq yang komen di bawah. Salam kenal! 🙂

      • Salam kenal juga, Mbak Tatat. Baru ngeuh jejak katumbiri tuh penulisnya bukan Mbak aja. Blog nya selalu bikin baper tiap BW ke sana. Ngiler pengen berpetualang ke berbagai tempat. Keren!

    • Wah, sama nih kita. Doyan makan dan motret makanan. Iya Mbak Reta, preparation nya emang bikin banjir keringet… itung-itung fitnes, lah 😀

    • Sama2, Teh Cifer… Makasih juga udah mampir 😉

      Pake kamera hape? bisa banget ih. Malah lebih simple dan lebih user friendly. Jadi, ntar satu tangan pegang hape, satunya lagi pegang reflektor. Kalo pake DSLR mah ga bisa kaya gitu heuheu

  1. halow mbaica.. salam kenal

    bikin tips memotret pake hape dongsss.. kalo pake hp kualitas kameranya mesti berapa mp biar bisa dapet hasil poto ciamik kaya slr?

    hihih kapan2 aku dipotoin dong, eh dimasakin dong kita ngupi cantik

    • Hai, Mbak Opi… Salam kenal juga, makasih udah mampir

      Hmmm, tips motret pake hape yah? oke siap, tapi aku nya kudu belajar dulu hehe
      Aku dulu pernah bikin foto pake kamera hape yg 5MP, hape jadul, ga pake aplikasi apa2. Kata temen hasilnya kaya DSLR. Kuncinya sih cahaya yg cukup…
      Kalo sekarang kan kamera hape udah lebih canggih ya, pasti Mbak Opi bisa bikin yang lebih ciamik lagi deh. Apalagi skrg mah udah banyak aplikasi buat fotografi… Tinggal jeprat-jepret aja, ga pake lighting dkk, udah keren hasilnya…

      Boleh boleh… Hayu, ntar kita ngupi2 sambil nonton varshow bareng hihi 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s